Harga Sebuah Kesuksesan
Alkisah di Negeri Tiongkok kuno, terdapat sebuah kerajaan yang sangat megah dan diseganin oleh kerajaan-kerajaan yang lain. Karena kerajaan tersebut begitu banyak memiliki daerah jajahan bahkan sampai diluar tiongkok.
Kebesaran dan kemegahan dari kerajaan tersebut, karena hasil kerja keras dan disiplin dari seorang Jenderal besar, yang selalu memenangkan hampir semua pertempuran dengan kerajaan lain, sehingga dia menjadi anak emas raja yang memerintah kerajaan tersebut. Baca selebihnya »
Inspirasi Sebatang Rumput
Saat senja mulai datang….
Sayup-sayup terdengar suara adzan berkumandang dari masjid. Belum terlalu gelap tapi waktu maghrib telah tiba. Pelan, kulangkahkan kaki. Menyongsong panggilan Sang Khalik. Entah mengapa, orientasi saya selalu tak baik. Ketika sedang dilanda berbagai beban, mulai rajin kembali ke masjid untuk sholat berjamaah. Saat hidup dipenuhi beragam rejeki dan taburan kebahagiaan, sering lupa diri. Berkaca pada kondisi yang demikian saya selalu merasa berdosa. Tak adil memang saya. Tapi sudahlah, saya akan coba berdialog lagi dengan Allah. Baca selebihnya »
I’m Not Virgin Anymore !
Pernah denger kalimat seperti itu terlontar dari mulut seorang gadis ? Atau mungkin kalimat seperti ini, “Gw udah ML (making love) kok ma cewe gw”, dari mulut seorang lelaki lajang ?
Serius, intensitas kalimat seperti ini semakin sering gw denger dari teman dan rekan yang berseliweran di sisi kanan dan kiri gw saat ini. Parahnya lagi hal ini tidak hanya diakui oleh orang-orang yang jarang bergereja but oleh pelayan-pelayan Tuhan yang sering berdiri diatas mimbar gereja ! Baca selebihnya »
gentong yang retak..
Alkisah seorang Pemikul Air yang mempunyai dua buah gentong besar, yang digantungkanpada sebatang bambu yang dipikulnya. Salah satu gentong itu retak.
Gentong yang tidak retak selalu bekerja dengan baik dan membawa pulang segentongair penuh pada akhir perjalanan panjang dari sungai hingga rumah majikan si pemikul,sedangkan gentong yang retak hanya berhasil membawa pulang setengah gentong air.Selama dua tahun hal yang sama terjadi, dari hari ke hari, si Pemikul Air hanya bisamengantarkan satu setengah gentong air ke rumah majikannya.
Sudah tentu GentongSempurna sangat bangga atas keberhasilannya yang sempurna pula. SedangkanGentong Retak sangat malu karena kekurangannya, dan sedih karena hanya bisamemenuhi setengah dari tugasnya.Setelah merasa gagal selama dua tahun, Gentong Retak itu berkata pada siPemikul Air pada waktu berada di tepi sungai, “Saya sangat malu dan ingin mintamaaf.” Si Pemikul bertanya, “Ada apa? Mengapa kamu malu?” “Karena,” kata siGentong Retak, “selama dua tahun terakhir ini saya hanya bisa membawa setengahgentong air gara-gara retakan ini yang membuat air bocor keluar sepanjang jalanmenuju rumah majikanmu.”Si Pemikul Air merasa kasihan pada Gentong Retak yang tua itu, dan denganramah mengatakan, “Nanti kalau kita kembali ke rumah Pak Majikan, perhatikan bunga – bungayang indah sepanjang jalan menuju rumahnya. “Memang betul, di sepanjang jalan menuju rumah Pak Majikan, Gentong Retak melihatbunga-bunga indah yang dihangatkan oleh sinar matahari, dan hatinya sedikit terhibur.Tetapi, ketika tiba di rumah Pak Majikan, ia kembali sedih karena lagi-lagi setengahisinya bocor sepanjang perjalanan. Gentong Retak meminta maaf lagi kepada SiPemikul Air atas kegagalannya.
Si Pemikul Air berkata, “Apakah kamu perhatikan bahwa bunga-bunga itu hanyatumbuh pada sisi yang kamu lewati, tetapi tidak pada sisi yang dilewati GentongSempurna? Itu terjadi karena dari awal saya mengetahui kekurangan kamu, tetapikemudian memanfaatkannya.Saya menanam biji bunga sepanjang sisi jalan yang kamu lewati, dan setiap hari,sepanjang kita berjalan dari sungai sampai rumah Pak Majikan, kamu telah menyiramimereka dengan air yang bocor itu. Selama dua tahun saya dapat menghiasi mejamakan Pak Majikan dengan bunga-bunga yang indah itu. Tanpa kamu menjadi dirimusendiri, Pak Majikan tidak akan bisa menikmati keindahan itu dalam rumahnya.”Kita semua mempunyai kekurangan yang unik. Kita semua adalah gentong-gentongyang retak. Jangan takut akan kekurangan-kekurangan itu. Terimalah, dan percayalah bahwa kamu juga bisa menjadi pencipta keindahan. Dalam memahami kekurangankita, kita juga menemukan kekuatan kita sendiri.
hidup itu memilih
Jerry adalah seorang manajer restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga
mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya. Baca selebihnya »
Karena Kesombongan Manusia
Sudah menjadi kebiasaan di negeri kita, setiap terjadi musibah atau bencana, dengan enteng pejabat yang berwenang mengatakan, semua semata karena kehendak Allah SWT. Seolah-olah kalau sudah mengucapkan kalimat tersebut, sempurnalah kadar ketakwaannya. Seolah-olah, masalahnya menjadi selesai, paling tidak berkurang tanggung jawabnya.
Bila kita salah menyimpulkan penyebab suatu masalah, tentu salah pula solusi yang kita tempuh. Allah bukan sosok penguasa yang kejam, diktator, dan sewenang-wenang. Allah menciptakan bumi dan segala isinya, dengan semua spesifikasinya, diperuntukkan bagi manusia. Manusia sebagai zoon politicon, makhluk berbudaya, dipersilakan menyesuaikan diri dan memanfaatkan semua yang ada di bumi.
Yang saya maksud menyesuaikan diri, misalnya, bila kita berkendaraan, maka untuk mengurangi risiko kecelakaan, harus menggunakan helm atau sabuk pengaman. Kalau kita sudah tahu bencana banjir dan tanah longsor lebih disebabkan hutan yang gundul, ya kita hentikan pembalakan liar, bagaimana pun caranya, apa pun risikonya.
Sedangkan untuk bencana gempa dan tsunami yang sampai sekarang belum mampu kita hindari, akan lebih bijak bila kita sadar, betapa ilmu yang dimiliki manusia yang konon sudah setinggi langit, ternyata belum “sekuku hitamnya” ilmu Allah.
Dalam kasus bencana tsunami di Jabar, kabarnya, BMG Jepang telah mengirimkan peringatan dini, tetapi pejabat berwenang diduga tidak tanggap. Bencana pun terjadi.
Kesimpulannya, Allah sebenarnya telah memberikan ilmu kepada manusia tentang bagaimana menghindari bencana. Tetapi karena kelalaian dan kesombongan manusia, bencana yang mengerikan pun tak terhindarkan.
hapus dosa warisan bangsa, salah satu nilai dan ukuran moral bangsa
Hanya sedikit berbagi pemikiran meluruskan sebagian atau sedikit permasalahan budaya, moral bangsa indonesia.
Mohon maaf bila ada yang tersinggung atau tersungging. Tidak ada maksud menyakiti semua makhluk ciptaan TUHAN.
Percakapan Ortu dan Anak.Bapak Belo dan Anak VS Bapak Bego dan Anak.
Kedua keluarga bertetangga dan sama-sama mempunyai anak lelaki yang sebentar lagi tamat kuliah S1 dan mau bekerja.
Anak : Bapak, saya mau jadi PNS.
Bapak : Ya, sudah melamar sana.
Anak : tapi kakak kuliah saya yang sudah bekerja bilang harus sediakan minimal 60 jt, pak. Itupun hanya dapat jabatan biasa. Gimana pak???
[b]JAWABAN BAPAK BELO : Ya sudah, nanti Bapak usahakan, paling Sapi dan Sawah akan di jual dulu. Yang penting kalau kamu sudah diterima, kerja YANG BAIK DAN SEGERA BANTU BAPAK MU BELIKAN LAGI SAPI DAN SAWAH YANG LEBIH BANYAK. Kerja yang gesit cari uangnya.
[b]JAWABAN BAPAK BEGO : Jangan nak, Kamu harus melamar dengan benar, kalau kamu tidak diterima mending kamu buka warung dengan modal 60 juta. Tapi kalau kamu diterima kamu harus KERJA YANG JUJUR DAN MENGABDI KEPADA MASYARAKAT.
Apa yang berbeda dari jawaban ke-2 ortu tersebut…?
Bila Sang ANAK masuk Kerja dengan PAMRIH, DENGAN IMBALAN, MAKA ORANG TUANYA TIDAK DAPAT MEMBERI NASEHAT : “KERJA YANG JUJUR NAK…” BAHKAN ORTUNYA AKAN BERKATA “CEPATLAH KEMBALIKAN MODAL BAPAKMU INI…!”
Maka Korupsi akan menjadi warisan Turun Temurun.
Wahai Para ORTU ingatlah bahwa Pendidikan di keluarga adalah DASAR BUDAYA SUATU BANGSA.
10 ciri orang berpikir positif
bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak
Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya. NARO (No Action Review Only), NADO (No Action Dream Only), NATO (No Action Talk Only), NACO (No Action Concept Only), NABO (No Action Briefing Only), NAMO (No Action Meeting Olny), NASO (No Acton Strategy Only)
8. Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan, ” dan “Dia memang berbakat.”
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.
10. Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa
Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah, ia pergi kepasar untuk berjualan asongan.
Baca selebihnya »
Belajar dengan Nobita (Doraemon)
Ketika saya mengalami hambatan dalam hidup, saya teringat pada Nobita. Dialah yang menjadi sumber inspirasi saya untuk tetap bertahan dan berjuang menghadapi segala rintangan yang ada. “Lho, mengapa Nobita?” mungkin Anda bertanya-tanya, “bukankah dia hanya bocah bodoh cengeng yang selalu bergantung pada Doraemon? Kalau mengambil inspirasi dari dia bisa-bisa kita tidak pernah maju dong?” Baca selebihnya »


![[Most Recent Quotes from www.kitco.com]](http://www.kitconet.com/images/quotes_special.gif)














